EFISIENSI, PENDEKATAN / METODE DAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHI BELAJAR

NAMA : ALI IMRON WAHID
NIM : 152111579
FAKULTAS : AGAMA ISLAM
JURUSAN : TARBIYAH
EFISIENSI, PENDEKATAN / METODE DAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHI BELAJAR

A. Efisiensi Belajar Definisi Efisiensi Belajar
Pada umumnya orang melakukan usaha atau bekerja dengan harapan memperoleh hasil yang banyak tanpa mengeluarkan biaya, tenaga, dan waktu yang banyak pula, atau dengan kata lain efisien.
Ada dua macam efisiensi belajar yang dapat dicapai siswa, yaitu:
1) Efisiensi usaha belajar;
2) Efisiensi Hasil Belajar.
3) Efisiensi Usaha Belajar
2. Efisiensi Usaha Belajar
Suatu kegiatan belajar dapat dikatakan efisien kalau prestasi belajar yang diinginkan dapat dicapai dengan usaha yang minimal.
Model 1
Efisiensi dari Sudut Usaha Belajar
Usaha Belajar Alan
Prestasi belajar
Alex,Alan dan Ali sama

Usaha Belajar Alex

Usaha Belajar Ali
Model 1 di atas menyatakan bahwa Ali lebih efisien dari pada Alan dan Alex, karena dengan uasaha yang minim dapat mencapai hasil belajar yang sama tingginya dengan prestasi belajar Alan dan Alex. Namun, usaha sekeras apa pun takkan membuahkan hasil yaang memuaskan jika tidak dibarengi dengan strategi dan pendekatan yang efisien.
3. Efisiensi Hasil Belajar
Sebuah kegiatan belajar dapat pula dikatakan efisien apabila dengan usaha belajar tertentu memberikan prestasi belajar tertinggi.
Model 2
Efisiensi dari Sudut Hasil Belajar
Prestasi Ali
tinggi
Prestasi Alan
sedang

Usaha belajar Alex,Alan dan Ali sama

Prestasi Alex
rendah

Model 2 diatas memperlihatkan bahwa Ali adalah siswa yang juga efisien ditinjau dari prestasi yang dicapai, karena ia menunjukkan perbandingan yang terbaik dari sudut hasil. Dalam hal ini, meskipun usaha belajar Ali sama besarnya dengan usaha Alan dan Alex, ia memperoleh prestasi yang lebih tinggi dari pada prestasi Alan dan Alex.
B. Pendekatan dan Metode Belajar
1. Ragam Pendekatan Belajar
a) Pendekatan Hukum Jost
Menurut Reber (1988), salah satu asumsi penting yang mendasari Hukum Jost (Jost’ Law) adalah siswa yang lebih sering mempraktekkan materi pelajaran akan lebih mudah memanggil kembali memori lama yang berhubungan dengan materi yang sedang ia tekuni.
Selanjutnya, berdasarkan asumsi Hukum Jost itu maka belajar dengan kiat 5 x 3 adalah lebih baik dari pada 3 x 5 walaupun hasil perkalian kedua kiat tersebut sama.
b) Pendekatan Ballard & Clanchy Menurut Ballard & Clanchy (1990), pendekatan belajar siswa pada umumnya dipengaruhi oleh sikap terhadap ilmu pengetahuan (attitude to knowledge). Ada dua macam siswa dalam menyikapi ilmu pengetahuan, yaitu: 1) sikap pelestarian apa yang sudah ada (conserving); dan 2) sikap memperluas (extending).
c) Pendekatan Biggs Menurut hasil penelitian Biggs (1991), pendekatan belajar siswa dapat dikelompokkan ke dalam tiga bentuk dasar,yaitu:
1. Pendekatan surface (permukaan / bersifat lahiriah);
2. Pendekatan deep (mendalam);
3. Pendekatan achieving (pencapaian prestasi tinggi)
Tabel 1
Perbandingan Pendekatan Belajar Ballard & Clanchy
Ragam pendekatan Belajar dan Karakteristiknya
Reproduktif Analisis Spekulatif
Strateginya:
 Menghafal
 Meniru
 Menjelaskan
 Meringkas

Pertanyaanya:
 Apa?

Tujuanya:
Pembenaran/penyebutan kembali materi. Strateginya:
 Berfikir kritis
 Mempertanyakan
 Menimbang-nimbang
 Berargumen
Pertanyaan:
 Mengapa?
 Bagaimana?
 Apa betul?
 Apa penting?
Tujuanya:
Pembentukan kembali materi kedalam pola baru/berbeda. Strategi:
 Sengaja mencari kemungkinan dan penjelasan baru
 Berspekulasi dan membuat hipotesis

Pertanyaan:
 Bagaimana kalau…?

Tujuan:
Menciptakan/mengembangkan materi pengetahuan
Tabel 2
Perbandingan Prototype Pendekatan Belajar Biggs
Prototipe
Pendekatan Belajar Motif
Dan Karakteristik Strategi
1.Surface approach (pendekatan permukaan)

2.Deep approach (pendekatan mendalam)

3.Achieving approach (pendekatan mencapai prestasi tinggi) Ekstrinsik dg ciri menghindari kegagalan tapi tidak belajar keras.

Intrinsik dg ciri berusahamemuaskan keinginan terhadap isi materi.

Memusatkan pada rincian-rincian materi dan mereproduksi secara persis.
Memaksimalkan pemahaman dengan berfikir, banyak membaca dan diskusi.

Ego-enhacemen dengan cirri bersaing untuk mencari nilai/prestasi tinggi.

Mengoptimalkan pengaturan waktu dan usaha belajar (study skill)

Siswa yang menggunakan pendekatan surface misalnya,mau belajar karena dorongan dari luar(ekstrinsik) takut tidak lulus yang mengakibatkan dia malu.
Sebaliknya, siswa yang menggunakan pendekatan deep biasanya mempelajari materi karena memang dia tertarik dan merasa membutuhkanya(intrinsik).
Sementara itu, siswa yang menggunakan pendekatan achieving pada umumnya dilandasi oleh motif ekstrinsik yang berciri khusus yang disebut “ego-enhancement” yaitu ambisi pribadi yang besar dalam meningkatkan prestasi keakuan dirinya dengan cara meraih indeks prestasi setinggi-tingginya.
2. Ragam Metode Belajar
a. Metode SQ3R (Francis P.Robinson di Unifersitas Negeri Ohio Amerika Serikat)
SQ3R pada prinsipnya merupakan singkatan langkah-langkah mempelajari teks yang meliputi:
1. Survey, maksudnya memeriksa atau meneliti mengidentifikasi seluruh teks;
2. Question, maksudnya menyusun daftar pertanyaan yang relevan dengan teks;
3. Read, maksudnya membaca teks secara aktif untuk mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang telah tersusun;
4. Recite, maksudnya menghafal setiap jawaban yang telah ditemukan;
5. Review, maksudnya meninjau ulang seluruh jawaban atas pertanyaan yang tersusun pada langkah kedua dan ketiga.

b. Metode PQ4R (Thomas & Robinson ,1972)
Metode PQ4R itu sesuai dengan kepanjanganya terdiri atas enam langkah pendukung upaya pembelajaran,sebagai mana yang dianjurkan Anderon dibawah ini:
1. Preview, Bab yang akan dipelajari hendaknya disurvei terlebih dahulu untuk menentukan topik umum yang terdapat didalamnya.Kemudian mengidentifikasikan subbab-subbab yang ada dalam bab tersebut.
2. Question, Pertanyaan-pertanyaan yang relevan dengan subbab hendaknya disusun .
3. Read, Isi subbab hendaknya dibaca secara cermat sambil mencoba mencari jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan yang telah disusun.
4. Reflect, Selama membaca, isi subbab hendaknya dikenang secara mendalam seraya berusaha memahami isi dan menangkap contoh-contohnya serta menghubungkanya dengan pengetahuan yang sudah dimiliki sebelumnya.
5. Recite, Setelah sebuah subbab selesai dibaca, informasi didalamnya hendaknya diingat-ingat. Lalu, menjawabnya, kalau ada bagian yang sulit diingat dan menyebabkan kesalahan jawaban maka hendaknya dibaca lagi.
6. Review, Setelah menyelesaikan satu bab, tanamkanlah materi bab tersebut kedalam memori sambil mengingat-ingat intisari-intisarinya. Kemudian jawablah sekalilagi pertanyaan yang berhubungan dengan subbab-subbab dari bab tersebut.
C. Faktor-faktor yang mempengaruhi Belajar
1. Faktor Internal Siswa
Faktor Internal, yakni faktor yang berasal dari diri manusia itu sendiri yang meliputi dua aspek, yakni: 1)aspek fisiologi (yang bersifat jasmaniah); 2) aspek psikologi (yang bersifat rohaniah).
1) Aspek Fisiologis
Kondisi umum jasmani dan tonus (tegangan otot) yang menandai tingkat kebugaran organ-organ tubuh dan sendi-sendinya, dapat mempengaruhi semangat dan intensitas siswa dalam mengikuti pelajaran. Dan banyak lagi aspek-aspek fisiologi yang dapat berpengaruh dalam belajar, misalnya; pusing, sakit, lelah,dsb.
2) Aspek Psikologi
Faktor – faktor rohaniah siswa yang pada umumnya dipandang lebih esensial itu adalah sebagai berikut: 1)tingkat kecerdasan / inteligensi siswa; 2)sikap siswa; 3) bakat siswa; 4) minat siswa; 5) motifasi siswa
2. Faktor Eksternal Siswa
Faktor Eksternal ini terdiri atas dua macam, yakni: faktor lingkungan sosial dan faktor lingkungan nonnasional.
1) Lingkungan Sosial
Didalam sekolah, seperti; guru, para staf administrasi, teman-teman sekelas,dll.
Dimasyarakat, seperti; tetangga, teman bergaul, kondisi lingkungan,dll.
Dikeluarga, seperti; hubungan dengan orang tua, hubungan dengan saudara, telefisi, ekonomi,dll.

NAMA : ALI IMRON WAHID
NIM : 152111579
FAKULTAS : AGAMA ISLAM
JURUSAN : TARBIYAH
EFISIENSI, PENDEKATAN / METODE DAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHI BELAJAR

A. Efisiensi Belajar Definisi Efisiensi Belajar
Pada umumnya orang melakukan usaha atau bekerja dengan harapan memperoleh hasil yang banyak tanpa mengeluarkan biaya, tenaga, dan waktu yang banyak pula, atau dengan kata lain efisien.
Ada dua macam efisiensi belajar yang dapat dicapai siswa, yaitu:
1) Efisiensi usaha belajar;
2) Efisiensi Hasil Belajar.
3) Efisiensi Usaha Belajar
2. Efisiensi Usaha Belajar
Suatu kegiatan belajar dapat dikatakan efisien kalau prestasi belajar yang diinginkan dapat dicapai dengan usaha yang minimal.
Model 1
Efisiensi dari Sudut Usaha Belajar
Usaha Belajar Alan
Prestasi belajar
Alex,Alan dan Ali sama

Usaha Belajar Alex

Usaha Belajar Ali
Model 1 di atas menyatakan bahwa Ali lebih efisien dari pada Alan dan Alex, karena dengan uasaha yang minim dapat mencapai hasil belajar yang sama tingginya dengan prestasi belajar Alan dan Alex. Namun, usaha sekeras apa pun takkan membuahkan hasil yaang memuaskan jika tidak dibarengi dengan strategi dan pendekatan yang efisien.
3. Efisiensi Hasil Belajar
Sebuah kegiatan belajar dapat pula dikatakan efisien apabila dengan usaha belajar tertentu memberikan prestasi belajar tertinggi.
Model 2
Efisiensi dari Sudut Hasil Belajar
Prestasi Ali
tinggi
Prestasi Alan
sedang

Usaha belajar Alex,Alan dan Ali sama

Prestasi Alex
rendah

Model 2 diatas memperlihatkan bahwa Ali adalah siswa yang juga efisien ditinjau dari prestasi yang dicapai, karena ia menunjukkan perbandingan yang terbaik dari sudut hasil. Dalam hal ini, meskipun usaha belajar Ali sama besarnya dengan usaha Alan dan Alex, ia memperoleh prestasi yang lebih tinggi dari pada prestasi Alan dan Alex.
B. Pendekatan dan Metode Belajar
1. Ragam Pendekatan Belajar
a) Pendekatan Hukum Jost
Menurut Reber (1988), salah satu asumsi penting yang mendasari Hukum Jost (Jost’ Law) adalah siswa yang lebih sering mempraktekkan materi pelajaran akan lebih mudah memanggil kembali memori lama yang berhubungan dengan materi yang sedang ia tekuni.
Selanjutnya, berdasarkan asumsi Hukum Jost itu maka belajar dengan kiat 5 x 3 adalah lebih baik dari pada 3 x 5 walaupun hasil perkalian kedua kiat tersebut sama.
b) Pendekatan Ballard & Clanchy Menurut Ballard & Clanchy (1990), pendekatan belajar siswa pada umumnya dipengaruhi oleh sikap terhadap ilmu pengetahuan (attitude to knowledge). Ada dua macam siswa dalam menyikapi ilmu pengetahuan, yaitu: 1) sikap pelestarian apa yang sudah ada (conserving); dan 2) sikap memperluas (extending).
c) Pendekatan Biggs Menurut hasil penelitian Biggs (1991), pendekatan belajar siswa dapat dikelompokkan ke dalam tiga bentuk dasar,yaitu:
1. Pendekatan surface (permukaan / bersifat lahiriah);
2. Pendekatan deep (mendalam);
3. Pendekatan achieving (pencapaian prestasi tinggi)
Tabel 1
Perbandingan Pendekatan Belajar Ballard & Clanchy
Ragam pendekatan Belajar dan Karakteristiknya
Reproduktif Analisis Spekulatif
Strateginya:
 Menghafal
 Meniru
 Menjelaskan
 Meringkas

Pertanyaanya:
 Apa?

Tujuanya:
Pembenaran/penyebutan kembali materi. Strateginya:
 Berfikir kritis
 Mempertanyakan
 Menimbang-nimbang
 Berargumen
Pertanyaan:
 Mengapa?
 Bagaimana?
 Apa betul?
 Apa penting?
Tujuanya:
Pembentukan kembali materi kedalam pola baru/berbeda. Strategi:
 Sengaja mencari kemungkinan dan penjelasan baru
 Berspekulasi dan membuat hipotesis

Pertanyaan:
 Bagaimana kalau…?

Tujuan:
Menciptakan/mengembangkan materi pengetahuan
Tabel 2
Perbandingan Prototype Pendekatan Belajar Biggs
Prototipe
Pendekatan Belajar Motif
Dan Karakteristik Strategi
1.Surface approach (pendekatan permukaan)

2.Deep approach (pendekatan mendalam)

3.Achieving approach (pendekatan mencapai prestasi tinggi) Ekstrinsik dg ciri menghindari kegagalan tapi tidak belajar keras.

Intrinsik dg ciri berusahamemuaskan keinginan terhadap isi materi.

Memusatkan pada rincian-rincian materi dan mereproduksi secara persis.
Memaksimalkan pemahaman dengan berfikir, banyak membaca dan diskusi.

Ego-enhacemen dengan cirri bersaing untuk mencari nilai/prestasi tinggi.

Mengoptimalkan pengaturan waktu dan usaha belajar (study skill)

Siswa yang menggunakan pendekatan surface misalnya,mau belajar karena dorongan dari luar(ekstrinsik) takut tidak lulus yang mengakibatkan dia malu.
Sebaliknya, siswa yang menggunakan pendekatan deep biasanya mempelajari materi karena memang dia tertarik dan merasa membutuhkanya(intrinsik).
Sementara itu, siswa yang menggunakan pendekatan achieving pada umumnya dilandasi oleh motif ekstrinsik yang berciri khusus yang disebut “ego-enhancement” yaitu ambisi pribadi yang besar dalam meningkatkan prestasi keakuan dirinya dengan cara meraih indeks prestasi setinggi-tingginya.
2. Ragam Metode Belajar
a. Metode SQ3R (Francis P.Robinson di Unifersitas Negeri Ohio Amerika Serikat)
SQ3R pada prinsipnya merupakan singkatan langkah-langkah mempelajari teks yang meliputi:
1. Survey, maksudnya memeriksa atau meneliti mengidentifikasi seluruh teks;
2. Question, maksudnya menyusun daftar pertanyaan yang relevan dengan teks;
3. Read, maksudnya membaca teks secara aktif untuk mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang telah tersusun;
4. Recite, maksudnya menghafal setiap jawaban yang telah ditemukan;
5. Review, maksudnya meninjau ulang seluruh jawaban atas pertanyaan yang tersusun pada langkah kedua dan ketiga.

b. Metode PQ4R (Thomas & Robinson ,1972)
Metode PQ4R itu sesuai dengan kepanjanganya terdiri atas enam langkah pendukung upaya pembelajaran,sebagai mana yang dianjurkan Anderon dibawah ini:
1. Preview, Bab yang akan dipelajari hendaknya disurvei terlebih dahulu untuk menentukan topik umum yang terdapat didalamnya.Kemudian mengidentifikasikan subbab-subbab yang ada dalam bab tersebut.
2. Question, Pertanyaan-pertanyaan yang relevan dengan subbab hendaknya disusun .
3. Read, Isi subbab hendaknya dibaca secara cermat sambil mencoba mencari jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan yang telah disusun.
4. Reflect, Selama membaca, isi subbab hendaknya dikenang secara mendalam seraya berusaha memahami isi dan menangkap contoh-contohnya serta menghubungkanya dengan pengetahuan yang sudah dimiliki sebelumnya.
5. Recite, Setelah sebuah subbab selesai dibaca, informasi didalamnya hendaknya diingat-ingat. Lalu, menjawabnya, kalau ada bagian yang sulit diingat dan menyebabkan kesalahan jawaban maka hendaknya dibaca lagi.
6. Review, Setelah menyelesaikan satu bab, tanamkanlah materi bab tersebut kedalam memori sambil mengingat-ingat intisari-intisarinya. Kemudian jawablah sekalilagi pertanyaan yang berhubungan dengan subbab-subbab dari bab tersebut.
C. Faktor-faktor yang mempengaruhi Belajar
1. Faktor Internal Siswa
Faktor Internal, yakni faktor yang berasal dari diri manusia itu sendiri yang meliputi dua aspek, yakni: 1)aspek fisiologi (yang bersifat jasmaniah); 2) aspek psikologi (yang bersifat rohaniah).
1) Aspek Fisiologis
Kondisi umum jasmani dan tonus (tegangan otot) yang menandai tingkat kebugaran organ-organ tubuh dan sendi-sendinya, dapat mempengaruhi semangat dan intensitas siswa dalam mengikuti pelajaran. Dan banyak lagi aspek-aspek fisiologi yang dapat berpengaruh dalam belajar, misalnya; pusing, sakit, lelah,dsb.
2) Aspek Psikologi
Faktor – faktor rohaniah siswa yang pada umumnya dipandang lebih esensial itu adalah sebagai berikut: 1)tingkat kecerdasan / inteligensi siswa; 2)sikap siswa; 3) bakat siswa; 4) minat siswa; 5) motifasi siswa
2. Faktor Eksternal Siswa
Faktor Eksternal ini terdiri atas dua macam, yakni: faktor lingkungan sosial dan faktor lingkungan nonnasional.
1) Lingkungan Sosial
Didalam sekolah, seperti; guru, para staf administrasi, teman-teman sekelas,dll.
Dimasyarakat, seperti; tetangga, teman bergaul, kondisi lingkungan,dll.
Dikeluarga, seperti; hubungan dengan orang tua, hubungan dengan saudara, telefisi, ekonomi,dll.

Comments are closed.